Selasa, 31 Mei 2011

The Immortal Flower..."Edelweis" (Hikmah)

Bunganya putih berseri, sedap elok di pandang mata, bergumul menjadi satu, tanda persahabatan di antaranya. Semampai indah wujudnya, ternyata menyimpan begitu banyak hikmah untuk kita, untuk makhluk yang Allah ciptakan sebagai penjaga alam semesta. Karena itu, mari kita belajar dari Edelweis…



Edelweis, sebuah bunga yang di sebut-sebut sebagai bunga abadi, ternyata Allah meyimpan banyak hikmah untuk manusia di dalamnya. Bunga ini, pertama kali ku lihat, tumbuh di Bukit Cadas, di alun-alun yang berada beberapa ratus meter sebelum puncak Gunung Talang.

Edelweiss, putih kecil, tak terlalu harum, namun tak mengurangi kecantikannya. Setiap bunganya yang gugur dan jatuh menyentuh tanah, dengan izin Allah, bunga tersebut akan tumbuh kembali menjadi satu pohon Edelweiss yang baru. Keunikannya ini yang menjadikannya mendapat julukan ‘The Immortal Flower’ atau ‘Bunga Abadi’.
Bunga ini mampu hidup dengan suhu yang menurutku di ‘Bukit Cadas’ itu di bawah 17 derajat celcius. Dengan suhu serendah itu, banyak pendaki yang berada di BC menggigil tak karuan, berusaha mencari tempat paling hangat untuk beristirahat, atau bahkan, secara tidak sengaja mengutuk Tuhan-nya dengan mengatakan “sialan! Dingin banget si di sini!!”. Namun tidak si kecil Edelweiss, tetap mentaati ketetapan Tuhan-nya, dan mensyukuri nikmat Tuhan-nya di tempat ia tumbuh.

Dia tetap tumbuh dengan terus menebar keindahan tak peduli apapun keadaan di sekitarnya, dinginkah, panaskah, dia tetap memiliki keyakinan kepada Allah, bahwa keadaan di sekitarnya itu tak menjadikan dirinya takluk, karena dia memiliki sandaran yang kuat, dia memiliki Tuhan yang Maha Besar, Allah Swt Seperti itulah seharusnya manusia! Menjadi manusia yang selalu yakin akan Allah, Tuhan-nya.
Edelweiss mengajarkan kita untuk senantiasa bangkit dari keterpurukan. Gugurnya sehelai Edelweiss, mampu menghasilkan puluhan bunga yang sama atau bahkan jauh lebih indah dari sebelumnya. Begitulah seharusnya kita manusia dalam menghadapi keterpurukan di dalam hidup kita.

Berapa kalipun kita gagal, jangan pernah anggap itu sebagai kegagalan, jadikan itu sebuah penemuan, penemuan ‘cara yang salah’. Karena seorang penemu tak pernah langsung berhasil dalam percobaannya, mereka juga pernah gagal, tapi mereka menganggap kegagalan mereka adalah penemuan ‘cara yang salah’, bukan penemuan ‘kegagalan’. Dan kita harus meyakini, bahwa kita akan dan pasti, menemukan suatu ‘cara yang benar’ untuk menghadapi permasalahan yang Allah ujikan.

kita sering berada di bawah roda kehidupan, ketika kondisi kita seperti itu, sungguh indah jika kita menjadi seperti Edelweiss yang gugur, dia bisa tumbuh kembali menjadi bunga, mengapa kita manusia yang ‘gugur’ dalam ujian-Nya, tak mampu bangkit kembali menjadi manusia yang memiliki ‘bunga’ yang indah?

Seandainya kita memiliki kelebihan yang Allah berikan, maka yakinlah, ada kekurangan dalam diri kita. Jangan pernah sombongkan kelebihan itu di hadapan orang lain. Jadilah seperti Edelweiss, dia memiliki keindahan dengan keabadiannya, namun dia memiliki kekurangan, yaitu harumnya tak semerbak seperti bunga yang lainnya. Bunga se-indah Edelweiss pun memiliki kekurangan, maka, manusia se-‘indah’ apapun, pasti memiliki kekurangan, karena itu, jangan pernah sombong dengan apa yang kita miliki saat ini.

Banyak anak yang tamak dengan ilmu yang dia miliki, sampai-sampai tanpa sadar menyakiti perasaan temannya dengan kesombongan yang dia lakuan, entah sengaja atau tidak. Banyak juga anak muda, yang sombong dengan hartanya, di pamerkan ke segala penjuru, agar teman-temannya mengetahui bahwa dia anak yang berkecukupan, atau bahkan kelebihan harta. Ingatlah teman, semua itu akan sirna seiring berjalannya waktu. Ingatlah teman, aku dan kalian memiliki ‘borok’yang hanya Allah saja yang tahu. Ingatlah selalu teman, aku dan kamu di ciptakan seideal mungkin, seimbang antara kelebihan dan kekurangan.

Terkadang aku berfikir, jangan-jangan apa yang aku anggap dalam diriku ini suatu kelebihan, ternyata itu adalah kelemahan besar di mata Allah. Pernahkah kalian fikirkan itu?.Namun sekarang, yang aku fikirkan adalah jangan pernah merasa malu dengan kekurangan yang kita punya, sekali lagi jadilah seperti Edelweiss, dia menjadikan kelebihannya untuk menjadi sebuah pemandangan yang indah di BC, sebuah pemandangan yang bisa membuat para pendaki yang sudah 3-4jam berjalan, kembali sejuk hatinya, dan tersenyum kembali wajahnya.

Jadikan kelebihan kita untuk membuat orang lain tersenyum, bukan membuat orang lain merasa sakit hati, atau kecewa.

Ketika kita berada di atas roda kehidupan,, ingatlah Edelweiss, dia akan gugur setelah berkembangnya, dia pernah berada di atas, dan juga pernah berada di bawah. ingatlah, tak selamanya kita berada di atas, karena pasti kita akan mengalami berada di bawah. Tak selamanya kita menang. Pasti ada kalanya kita mengalami keterpurukan. ketika kita berada dalam keterpurukan,ingat kalimat ini, takkan pernah ada kebangkitan, kalau tidak ada keterpurukan.

Wallahu’alam…

Sumber : Edelweis

Senin, 23 Mei 2011

Si Penemu Angka Nol..

Dunia Eropa / Barat dari dulu sampai dengan sekarang sepertinya mengklaim bahwa Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Eropa / Barat tapi tahukah anda, sejatinya asal Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Timur Tengah yaitu Mesopotamia yang menjadi peradaban tertua di dunia.

Masyarakat dunia sangat mengenal Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar. Namun, dibalik kedigdayaan Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar ternyata hasil pemikirannya sangat dipengaruhi oleh ilmuwan Muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Dia adalah seorang tokoh yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780. Selama ini banyak kaum terpelajar lebih mengenal para ahli matematika Eropa / Barat padahal sejatinya banyak ilmuwan Muslim yang menjadi rujukan para ahli matematika dari barat


Selain ahli dalam matematika al-Khawarizmi, yang kemudian menetap di Qutrubulli (sebalah barat Bagdad), juga seorang ahli geografi, sejarah dan juga seniman. Karya-karyanya dalam bidang matematika dimaktub dalam Kitabul Jama wat Tafriq dan Hisab al-Jabar wal Muqabla. Inilah yang menjadi rujukan para ilmuwan Eropa termasuk Leonardo Fibonacce serta Jacob Florence.

Muhammad bin Musa Al Khawarizmi inilah yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya coba jika angka 0 (nol) tidak ditemukan coba? Selain itu, dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral). Tabel ukur sudutnya (Tabel Sinus dan Tangent) adalah yang menjadi rujukan tabel ukur sudut saat ini.

al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Karyanya Kitab Surat Al Ard menggambarkan secara detail bagian-bagian bumi. CA Nallino, penterjemah karya al-Khawarizmi ke dalam bahasa Latin, menegaskan bahwa tak ada seorang Eropa pun yang dapat menghasilkan karya seperti al-Khawarizmi ini..."

Sumber :Google.com

So, Jangan Bangga dengan Penemu2 Barat, tapi Banggalah pada Islam itu sendiri karena Orang tercerdas dunia adalah Orang Islam. Semua penemuan yang dilakukan orang barat pada Umumnya merujuk Pada Penemuan Orang yang Islam yang mereka pelajari dari Al-qur'an dan Sunnah, namun Media informasi dan pendidikan jarang sekali membahas tentang mereka...Semoga bermanfaat.."
I Proud Be a Moslem..***

Rahasia dibalik Air Mata , Air Telinga , Dan Air Liur

Mengapa Air Mata Asin, Air Telinga Pahit, Dan Air Liur Tawar
Tidak banyak yang tahu atau menyadari keajaiban dari apa yang kita miliki: air mata, air telinga, dan air liur. Fakta ilmiah ini terkadang disepelekan, padahal ketiganya memiliki fungsi berlainan yang memang diciptakan demikian oleh sang Pencipta sehingga kita dapat hidup dengan sangat baik.



Air Mata Berasa Asin
Air mata berasa asin karena memang kandungannya yang meliputi leusinenkefalin, adrenokortikotropik, dan prolaktin serta beberapa elektrolit, protein pengikat lemak dan Imunoglobulin A yang keseluruhannya menghasilkan rasa asin.

Dimana fungsi utama dari keseluruhannya ialah menjaga kondisi mata agar tetap stabil. Protein pengikat lemak itu sendiri membuat lapisan terluar yang terdiri dari lapisan lemak yang fungsinya melindungi kelembaban mata tetap utuh.

Air Telinga Berasa Pahit
Air telinga kita pahit, sebenarnya merupakan hasil sekresi dari kelenjar-kelenjar di dalam telinga yang bersifat basa dan lengket. Sekresi ini memungkinkan telinga yang mana lubangnya terbuka dan tanpa penutup itu bilamana termasuki oleh serangga ataupun makhluk kecil lain menjadikan mereka tidak tahan berlama-lama di dalamnya dan segera keluar dari telinga.

Cairan yang cenderung lengket menjadikan benda-benda kecil yang masuk cenderung terperangkap dan dapat dikeluarkan sebagai kotoran telinga.

Air Liur Berasa Tawar
Air liur kita memang berasa tawar. Ini dikarenakan memang fungsi daripadanya yang berhubungan dengan rasa dari makanan yang kita makan. Dapatkah Anda bayangkan jika air liur kita berubah rasa? Sangat-sangat tidak mengenakkan sekali pasti di kala menyantap makanan.

Ini pun pasti Anda rasakan ketika Anda sakit. Minum air tawar pun berasa pahit. Sangat tidak nyaman. Air liur mengandung enzim dan beberapa protein dan zat antibakteri.

Pada waktu Anda sakit, kandungan dari air liur berubah sedemikian rupa sehingga komposisi daripadanya cenderung menghasilkan cairan yang agak basa. Inilah mengapa Anda merasakan rasa pahit saat sakit dan sangat tidak nyaman di kala menyantap makanan..."

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan kamu Dustakan?" (QS. Ar-Rahaman)

Subahanallah...***

Sumber : Google.com

Minggu, 15 Mei 2011

Bijaknya Persahabatan...~-~

Kata bijak persahabatan adalah kata-kata yang kita sampaikan dalam sebuah ikatan persahabatan sehingga kita dapat menjaga dan terjaga dari pola hidup negative. Persahabatan adalah satu bentuk interaksi personal yang terjalin sebagai perwujudan eksistensi diri.

Dengan mengembangkan interaksi personal ini, maka kehidupan kita menjadi lebih baik dan terkontrol. Artinya, dengan adanya seorang sahabat, maka segala tingkah laku dan tutur kata kita dapat kita diatur.

Seperti kita ketahui, jika kita sudah bersosialisasi dengan orang lain, terkadang kita lepas kendali dalam sikap dan tutur kata. Tetapi, jika kita mempunyai sahabat, maka hal tersebut dapat kita kendalikan. Setidaknya kata bijak persahabatan merupakan satu kode etik yang diberlakukan sebagai acuan berinteraksi antar personal ataupun kelompok.



Bentuk kepedulian sahabat

Sudah lazimnya ketika seorang sahabat menyampaikan kata bijak persahabatan. Ini sangat penting mengingat setiap sahabat menginginkan hal terbaik bagi sahabatnya. Mereka tidak ingin sesuatu terjadi pada sahabatnya.

Sahabat yang baik dan bijak adalah sahabat yang memahami kondisi sahabatnya. Mereka segera tanggap atas kondisi yang dialami sahabatnya. Tanpa diminta, maka mereka datang ke sahabat untuk memberikan dukungan positif, agar sang sahabat menghadapi hidup dengan sebaik-baiknya.

Begitu pentingnya arti seorang sahabat, maka tidak jarang seseorang rela melakukan apapun untuk sahabatnya. Mereka tidak perduli apapun yang terjadi sebab hal penting bagi mereka adalah tidak ingin sahabatnya mengalami kecelakaan atau hal negatif lainnya.

Sahabat itu bagaikan pakaian kita. Jika sahabat kita mengalami penderitaan, maka kita juga merasakan betapa penderitaan itu sangat menyakitkan. Oleh karena itulah, dengan kata bijak persahabatan, maka terjalin keeratan yang semakin kuat dan kesadaran bahwa mereka masih mempunyai seseorang yang berarti dalam hidupnya.

Inilah bentuk kepedulian seorang sahabat kepada sahabatnya. Mereka tidak rela sesuatu terjadi kepada sahabatnya, terutama hal-hal negatif. Bagi mereka kebahagiaan sahabat adalah yang paling utama. Pada saat kita melihat sahabat kita bahagia, maka kita juga ikut bahagia. Begitu juga ketika kita melihat sahabat kita berduka, maka kita juga ikut berduka.


Indahnya saling mengingatkan

Hidup ini bagaikan berjalan di hutan rimba. Kita tidak pernah tahu apa yang bakal kita hadapi di sepanjang perjalanan hidup kita. Ibaratnya, jika melangkah ke arah timur, kita belum tahu persis apa yang ada di daerah timur sana. Tapi,kita harus berjalan ke timur. Tidak bisa kita melawan arahnya. Melawan arah berarti kehancuran.

Dan, satu hal yang perlu kita pahami bahwa kita tidak pernah lepas dari kesalahan. Setiap saat, kita mempunyai kecenderungan untuk melakukan kesalahan. Kesalahan tersebut dapat karena kita lalai atau mungkin juga karena memang kita sengaja. Tetapi, keduanya memberikan konsekuensi yang sama terhadap kondisi kita.

Ketika kita melakukan kesalahan, baik sengaja ataupun tidak sengaja, maka seorang sahabat pasti memberikan pandangan dan ingatan atas apa yang kita lakukan. Mereka datang dengan senyum atau mungkin kemarahan kepada kita. Tetapi kemarahan itu adalah untuk kebaikan semua.

Sahabat selalu mengingatkan saat kita melakukan kesalahan, bahkan ketika ada indikasi melakukan kesalahan. Sungguh indah sebuah persahabatan yang selalu dihiasi oleh kata bijak persahabatan. Bersyukurlah kita yang mempunyai banyak sahabat yang siap memberikan saran dan teguran untuk kebaikan hidup kita.


Ikatlah persahabatan seluasnya


Bersahabatlah dengan semua orang! Dalam persahabatan itulah kita akan menemukan satu dan banyak kebaikan hidup. Kehidupan ini sangat luas dan interaksi kita dengan sesama sangatlah variatif. Karena itu kemungkinan friksi sangat besar.

Untuk mengurangi friksi yang memungkinkan terjadinya geseran atau benturan, maka dengan memperluas artinya memperbanyak sahabat merupakan langkah konkrit untuk mencegah geseran atau friksi sosial tersebut.

Dengan semakin banyak sahabat yang kita miliki, maka semakin banyak kata bijak persahabatan yang kita dapatkan. Dan semakin banyak kata bijak, berarti kehiduan kita semakin baik dan tertata.

Ada pepatah mengatakan bahwa lebih baik jadi peramah daripada pemarah. Itu artinya lebih baik banyak sahabat daripada musuh. Dengan semakin banyak sahabat, hidup kita semakin baik dan tidak mengalami kesulitan. Hidup yang nyaman adalah hidup yang dikeliling oleh banyak sahabat....">>>

"Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak bisa mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg menyia-nyiakan sahabat yg telah dicari"..(Saidina Ali).. >>